Senin, 07 Juli 2008

Awas, UFO Serbu Indonesia!

Awas, UFO Serbu Indonesia!
Bambang Naik UFO ke Planet Tera

Jakarta - Benar nggak sih UFO itu ada? Bagi orang yang tidak percaya, UFO barangkali hanyalah lelucon. Maklum hingga kini soal kedatangan makluk luar angkasa ke bumi masih menjadi kontroversi.

AS yang selama ini getol melakukan penyelidikan tentang keberadaan benda luar angkasa tersebut, juga tidak pernah bisa membuktikan secara ilmiah soal fenomena unidentified flying object (UFO).

Tapi tidak sedikit orang yang percaya UFO itu benar-benar ada. Sejumlah mantan pilot di Amerika Serikat (AS) misalnya. Mereka percaya UFO benar-benar ada karena pernah menyaksikan sendiri fenomena aneh di angkasa. Pada 13 November lalu, para mantan pilot ini mendesak pemerintah AS membuka kembali penyelidikan mengenai UFO.

Dan di Indonesia, kelompok yang percaya UFO lumayan banyak. Kasus UFO pun tidak hanya terjadi di luar negeri seperti yang selama ini diberitakan. Tapi di republik ini, ternyata ada juga orang-orang yang pernah bertemu UFO.

Contohnya Bambang Irawan, seorang penyembuh alternatif yang berpraktik di daerah Menteng Raya, Jakarta Pusat. Pria kelahiran Kebumen, 9 Februari 1952 ini, mengaku telah melihat benda aneh itu.

Bahkan Bambang sempat menaiki UFO dan melihat planet tempat makluk luar angkasa itu berasal.

Peristiwa yang dialami Bambang terjadi tahun 1982 di sebuah lokasi di Jawa Barat. "Sebetulnya aku ini orang teknik yang kurang meyakini hal-hal yang berbau gaib, malah bisnisku di bidang elektronika dan komunikasi menyebabkan cara berpikirku selalu berdasarkan logika, fisika dan teknik," jelas Bambang saat berbincang-bincang dengan detikcom, pekan lalu.

Tapi lama-lama ia berpikir untuk menyatukan antara hal gaib dan yang nyata tersebut. Untuk mewujudkannya, Bambang dan Retno Dewi, istrinya, melakukan meditasi di sebuah gua yang tempatnya masih ia rahasiakan. Di gua itu, ia dan istri hanya berbekal sebuah senter berbaterai empat.

Setelah beberapa jam melakukan meditasi, tiba-tiba ada sinar terang menyorot dari atas menyinari Bambang dan istri. Seketika itu juga sinar tersebut seakan menderek dan menarik mereka ke atas. "Tubuh kami bergoyang-goyang. Kepala terasa pusing saat itu," ujar Bambang.

Ketika kadaannya terasa nyaman, keduanya kemudian membuka mata. Terkejutlah Bambang begitu mendapati dirinya dan istri sudah berpindah di dalam ruangan besar. Di sana terlihat panel kontrol berwarna warni berkelap-kelip, dikontrol oleh dua robot kecil yang melayang. Selain Bambang dan Retno, juga tampak beberapa orang yang sedang duduk mengelilingi sebuah bola kaca besar yang menyala terang.

Di bola kaca itu terlihat gambaran pesawat melayang naik meninggalkan permukaan bumi menuju luar angkasa. Bambang dan istri kembali terkejut ketika melihat dari kaca pesawat sebuah planet berwarna kuning kehijauan. " Entah bagaimana, muncul penjelasan langsung kekepala kami, dan kemudian kami mengerti bahwa planet ini bernama planet Tera," ungkap Bambang.

Planet Tera tersebut, seperti yang disaksikan Bambang, sudah mengalami peradaban yang tinggi. Sejumlah gedung-gedung pencakar langitnya menjulang. Bangunan yang kesemuanya bermaterial seperti kaca tembus pandang. Semua bangunannya tertata apik dan bisa menyerap energi matahari sebanyak-banyaknya. Di sana terlihat juga laut yang berwarna merah keemasan, tidak berwarna biru seperti dibumi.

Sejumlah kendaraan pun terlihat terbang bersliweran, beterbangan dari satu tempat ketempat lainnya. Kadangkala malah masuk kedalam gedung-gedung kaca. Penduduknya terlihat sama seperti manusia di bumi. Hanya saja kurang terlihat secara jelas lantaran Bambang melihatnya dari dalam pesawat yang jaraknya lumayan jauh.

Di dalam pesawat, Bambang juga sempat mengamati mesin penggeraknya. Menurutnya, mesin pesawat itu ditahan oleh medan magnit buatan dan melayang di pesawat bagian bawah. Teknologi semacam itu, bagi Bambang, sangat sulit dicerna nalarnya. Sebab sepengetahuannya, teknologi di bumi saat ini yang masih menggunakan daya dorong udara untuk bergerak di dalam atmosfir, dan daya dorong roket untuk bergerak di dalam dan di luar atmosfir.

Bambang juga merasa heran pesawat yang ditumpanginya itu tidak terpengaruh oleh gravitasi. Sebab selama penerbangan yang ia rasakan tetap mendapatkan gravitasi yang konstan tidak berubah-ubah. Padahal pesawat sering menukik tajam atau berubah haluan dengan cepatnya.

Pengalaman-pengamalan unik yang dialaminya hingga kini masih terekam jelas dalam ingatan Bambang dan istrinya. Bahkan ia merasakan ada sesuatu yang lain setelah bertualang bersama makluk asing tersebut. Sepulangnya dari sana ia menjadi kebal dengan sengatan listrik. Otaknyanya pun serasa semakin encer. Bahkan ia sempat membuat alat untuk mendeteksi kehadiran UFO.

Karena pengalamannya itu, ia kemudian diajak gabung oleh tim dari Lembaga penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), beberapa tahun kemudian. Tim yang beranggotakan belasan orang tersebut kebetulan sedang meneliti soal keberadaan Alien, makluk luar angkasa yang disebut-sebut sering berkunjung ke bumi.

Selama bergabung dengan Lapan, Bambang mengaku banyak menemukan jejak kehadiran UFO di Indonesia. Yang paling banyak di pulau Jawa dan Nusa Tenggara Barat. "Pengalaman-pengalaman yang saya dapati memang sulit diutarakan dengan kata-kata. karena semuanya di luar batas pikiran kita," jelas Bambang yang sekarang mengelola Yayasan NurSyifa.

Jadi boleh percaya atau tidak dengan keberadaan UFO ataupun alien. Tapi bagi Bambang, pria yang telah berhaji beberapa kali ini, tetap dengan keyakinannya kalau UFO itu benar-benar ada dan bisa diteliti secara ilmiah. Hanya saja untuk menemukannya butuh keberuntungan

Awas, UFO Serbu Indonesia!

Awas, UFO Serbu Indonesia!
Bocah Cirebon 14 Hari Diculik UFO


Jakarta - Secara harfiah, UFO artinya Benda Terbang Belum Dikenal atau aneh. Maka semua benda terbang belum dikenal atau benda terbang aneh, baik berupa pesawat maupun cahaya bisa disebut UFO.

Para peneliti di Amerika Serikat (AS) dan Eropa mulai melakukan penelitian soal UFO sejak abad ke 19. Para Ufolog dari negara-negara maju tersebut menyimpulkan bahwa UFO dibawa oleh makhluk yang disebut Extra Terrestrial (ET) atau Alien Life Form (ALF).

Sejak tahun 1947, UFO kemudian populer dengan sebutan flying saucer. Penggunaan istilah ini pertama digunakan oleh Kenneth Arnold, seorang wartawan Amerika yang melihat sembilan obyek aneh terbang dalam suatu formasi di atas gunung Rainier, pegunungan Cascade, Washington, 24 Juni 1947. Sejak saat itu, istilah flying saucer atau piring terbang melekat dan mempengaruhi imajinasi banyak orang.

Sementara di Indonesia, selain akrab disebut piring terbang, UFO juga punya istilah lain, yakni Benda Terbang Aneh (Beta). Istilah ini diperkenalkan oleh peneliti UFO asal Indonesia, Marsekal Muda (purn.) J. Salatun, yang pernah berdinas di Angkatan Udara RI.

Selain Salatun, seorang akuntan publik di Bandung, CM Tanadi, juga sempat mempopulerkan istilah Benda Terbang Belum Dikenal (Betebedi) untuk benda misterius tersebut. Tanadi pada tahun 80-an banyak menerbitkan buku terjemahan tentang UFO dan majalah yang bernama Betebe.

Sejak tahun 90-an, di Indonesia memang banyak warga yang tertarik terhadap fenomena benda asing tersebut. Salah satu komunitas yang konsen dalam masalah kemunculan piring terbang ini bernama Komunitas Beta-UFO, yang mulai didirikan sejak 1997.

Komunitas ini dipelopori Nur Agustinus, dosen Psikologi di Bina Grahita Mandiri, Surabaya. "Kita membentuk komunitas ini karena ada persamaan visi terhadap fenomena UFO dari beberapa teman-teman yang ada di Indonesia, termasuk yang berada di luar negeri," kata Nur.

Koordinasi yang mereka lakukan dalam mengamati UFO yakni dengan melakukan kontak telepon maupun melalui mailing list. Tidak itu saja, komunitas ini juga menerima masukan atau temuan masyarakat terkait penampakan UFO di seluruh Indonesia.

"Sejak terbentuknya komunitas ini kami selalu meminta agar masyarakat yang melihat atau mengetahui soal UFO bisa memberitahukan kepada kami. Pesan itu sudah kami sampaikan melalui media massa," jelas pria kelahiran Surabaya tersebut.

Berdasarkan penelitian dan pengamatan para anggotanya, UFO ternyata sering singgah di Indonesia. Jejak-jejak yang diketahui berupa lintasan cahaya aneh di atas, makluk aneh dan segala sesuatu yang tidak lajim seperti yang ada di bumi.

Dari pengamatan dan informasi yang diterima Beta-UFO, di Indonesia penampakan UFO kerap terjadi di tiga daerah, yakni Jakarta, Bandung dan Cirebon. Sebab itu, mereka menyebut ketiga daerah itu dengan istilah "segitiga UFO" di Indonesia. "Hingga sekarang kami terus mencari tahu kenapa UFO sering muncul di wilayah-wilayah tersebut," ujar Nur.

Ia menceritakan, seorang warga di Cirebon melaporkan pada tahun 2000 lalu, tentang adanya makluk asing yakni alien di daerahnya. Bocah berusia 6 tahun itu terpisah dari teman-temannya saat bermain di kebun tebu, yang lokasinya tidak jauh dari tempat tinggalnya.

Saat beranjak pulang anak tersebut tiba-tiba bertemu lima makhluk aneh. Badanya ditumbuhi banyak sisik. Tanpa berpikiran macam-macam bocah, yang namanya di rahasiakan itu, sempat bermain selama beberapa menit dengan makluk asing tersebut.

Bocah itu mungkin merasa hanya bermain beberapa menitan, tapi bagi orang tua dan para tetangga yang mencarinya, bocah itu telah menghilang selama dua pekan. Hal ini tentu saja membuat mereka panik. Tapi ternyata setelah dua pekan di cari-cari bocah tersebut pulang ke rumah.

Pihak keluarga menduga, bocah yang kini berusia 13 tahun tersebut dibawa makhluk halus, semacam jin atau lelembut. Namun menurut Nur, bocah tersebut diyakini bertemu dengan Alien. Ciri yang membuatnya semakin membuat Nur yakin, bocah itu sekarang dikenal sebagai anak yang cerdas di sekolahnya."Kami menerima laporan dari tetangga korban. Namanya sengaja kami rahasiakan supaya anak tersebut tidak mengalami tekanan mental," jelas Nur Agustinus.

Ada hal menarik yang disimpulkan komunitas ini, yakni UFO biasanya hadir di bumi, seperti di Indonesia, saat bumi sedang mengalami fenomena alam, seperti gempa, gunung meletus dan badai. "Beberapa tahun lalu di Amerika, pernah sebuah UFO meledak tersambar petir," kata Bambang Irawan, warga Jakarta yang pernah berpetualang dengan makhluk luar angkasa.

Bambang dan Nur kemudian punya kesimpulan kalau UFO datang saat terjadi gejolak alam karena rasa keingintahuannya. Sama halnya manusia di bumi yang tertarik menyaksikan gunung meletus atau fenomena alam lainnya.

Nah, ketika Gunung Kelud dan Anak Gunung Krakatau sedang begeliat belakangan ini, diperkirakan UFO akan datang untuk menyaksikannya. Kapankah mereka datang? Wallahualam.

Awas, UFO Serbu Indonesia!

Awas, UFO Serbu Indonesia!
Setahun, 23 Kali UFO Datangi RI

Jakarta - Fenomena UFO memang masih terus menjadi Kontroversi. Ada yang meyakini ada juga yang tidak percaya sama sekali terhadap makhluk aneh dari luar angkasa. Persoalannya UFO atau Alien itu sulit dibuktikan keberadaannya. Beberapa ahli psikoterapi yang menangani kasus "alien abduction" (penculikan alien) berkesimpulan bahwa alien yang menculik manusia merupakan suatu pekerjaan dari makhluk halus.

Namun menurut ahli metafisis dan peneliti UFO, kepercayaan bahwa UFO berasal dari dimensi lain sama halnya dengan keberadaan jin dan makhluk halus yang ada di dimensi yang berbeda. "Saya yakin UFO itu ada. Mereka sama seperti jin, setan, dan iblis. Mereka semua ciptaan tuhan," kata Prof. Limbat alias Mbah Lim kepada jenius informasi.

Hanya saja, kata Mbah Lim, untuk melihat penampakannya tidak bisa secara kasat mata. Mereka bisa dilihat di luar alam batas sadar. Misalnya dengan melakukan meditasi serta dalam tidur. Ia juga mengaku pernah melihat alien ketika melakukan meditasi. Menurutnya, sosok alien sangat aneh. Matanya sangat lebar, kupingnya panjang, kurus, dan kulitnya tebal seperti kulit badak.

Heboh soal UFO di Indonesia memang tidak seramai di Amerika atau di negara-negara lain. Tapi siapa sangka, dari riset yang dilakukan Frank Small & Associates (FSA), pada 1997 silam menyimpulkan, lebih dari 67% orang Jakarta percaya terhadap UFO. Lembaga riset asal Australia ini pun hanya mencatat tidak lebih dari 20% orang Jakarta yang tidak percaya. Selebihnya abstain.

Sedangkan polling yang dilakukan oleh ROAR, sebuah konsorsium perusahaan iklan Carlton Screen, suratkabar The Guardian/The Observer, radio siaran Kiss FM, stasiun televisi Channel 4, majalah konsumen EMAP dan biro iklan BMP PMD, menunjukkan bahwa orang Indonesia yang berusia 15-24 tahun, 61% nya percaya kepada makhluk angkasa luar atau UFO. Polling yang dilakukan tahun 2000 itu, menjaring 1.000 koresponden dari berbagai daerah di Indonesia.

Hasil riset itu tentu sangat mengejutkan. Sebab di Indonesia masyarakatnya secara umum berpikiran secara agamis. Dan dalam pandangan agama sama sekali tidak pernah disinggung soal alien atau UFO.

Herannya lagi, sejumlah peristiwa penampakan UFO dan benda aneh lainnya juga kerap muncul di Indonesia, sekalipun yang melihatnya tidak sedang meditasi ataupun bermimpi. Komunitas Beta-UFO mencatat, dalam setahun, tidak kurang dari 23 peristiwa penampakan UFO terjadi di Indoneia. "Mereka yang melaporkan semuanya dalam keadaan sadar. Tidak tidur atau bermimpi," jelas Nur Agustinus, direktur Komunitas Beta-UFO.

Misalnya yang dialami Yudi, salah seorang anggota komunitas Eden. Pada 22 Januari 2006, Yudi, istri, kedua anaknya serta dua mertuanya mengaku telah menyaksikan pemandangan di langit yang tak pernah ada sebelumnya. Saat itu lima buah UFO hadir di atas langit rumah mereka di kawasan Pondok Gede.

Mereka melihat bagaimana lima buah UFO berada di atas awan, dan bergerak berputar dengan jalurnya masing-masing. Peristiwa itu berlangsung selama lebih kurang 15 menit. Cahaya terang yang memancar dari benda berukuran besar itu keluar dari pusat maupun bagian bawahnya. Sayangnya peristiwa itu tak terabadikan. karena Kamera handphone yang digunakan anak Yudi tak dapat mengambil gambar itu.

Pengalaman serupa juga dialami Riyogarta Luwiyana Pratukto. Warga asal Tangerang ini, pada 26 Maret 2006, mengaku melihat benda aneh di langit saat ia dan istri sedang pergi menuju ke MC Donald, di kawasan Sektor 9, Bintaro. Benda tersebut memiliki ekor yang pendek berwarna agak menghijau. Kerlap-kerlipnya persis seperti peri Tinkerbell dalam cerita Peterpan di langit timur.

Benda ini muncul tiba-tiba dan melaju sangat cepat lalu hilang begitu saja padahal langit saat itu hanya terisi oleh awan tipis. Sesampainya di McDonald, ia pun memberi kabar kepada kawannya. Ternyata kawannya itu juga mengatakan kalau adiknya melihat fenomena yang sama, hanya warnanya bukan hijau tapi biru.

Di Nias juga dilaporkan, pada 29 April 2006, UFO terlihat hadir di sana. Kesaksian ini diberikan Mikael Marbun melalui surat elektronik yang dikirim ke Beta-UFO. Saat itu, Marbun bersama tiga temannya mengaku melihat cahaya yang melintas dengan latarbelakang pesawat yang berbentuk hampir segitiga sebesar lapangan sepak bola. Benda itu sempat berhenti selama 30 detik lalu pergi lagi dengan kecepatan tinggi. Kejadian itu berlangsung jam 12.00 siang. Cuaca di lokasi saat itu, menurut Marbun,agak mendung namun tidak hujan. Cahaya yang muncul dari benda yang menyerupai pesawat itu berwarna kebiru-biruan dan tidak menimbulkan suara.

Fenomena aneh juga pernah dilihat oleh sebagian besar penduduk Yogyakarta dan Bantul, 26 Juli 2006. Sekitar pukul 19.30 WIB, sebagian penduduk dikejutkan kilatan cahaya terang yang bergerak cepat. Tak lama kemudian terdengar dua kali suara dentuman. Kilatan cahaya terang muncul dari arah timur menuju ke barat dan meninggalkan jejak asap panjang kebiruan yang lambat laun menghilang setelah dua menit.

Sejumlah astronom amatir kota Yogyakarta yang tergabung dalam Jogja Astro Club (JAC), juga sempat mengamati fenomena tersebut di pantai Parangkusumo. Kilatan cahaya itu dilaporkan melintasi titik zenith Parangkusumo. Kilatan itu sangat terang sehingga kawasan pantai yang semula gelap gulita mendadak jadi terang benderang. Kilatan cahaya yang sama juga dilaporkan teramati di tempat yang berjarak 40 km dari lokasi observasi JAC.

Benda asing mirip UFO juga dikabarkan sering muncul di daerah Mapia, Papua, tepatnya di sekitar Gunung Dogiyai. Menurut Hubertus Tebay, Ketua Forum Komunikasi Koperasi se-Distrik Mapia, ia beberapa kali melihat benda angkasa bercahaya. Pertama kali Tebay melihat sebuah benda bercahaya berbentuk helikopter di kampung Toubay. Heli itu terbang ke arah Gunung Dogiyai dan kemudian menhilang. Dari Toubay juga, Hubertus pernah melihat sebuah pesawat ukuran besar terbang ke arah Gunung Dogiyai. Gemuruh pesawat sangat jelas dan bentuk pesawat juga nampak sangat jelas.

Dari Bomomani, ibu kota distrik Mapia, Hubertus juga pernah melihat sebuah benda angkasa terbang sangat dekat di atas rumahnya menuju ke arah gunung Dogiyai. Benda angkasa kali ini bukan berbentuk heli atau pesawat, tetapi hampir mirip dengan berudu. Kepalanya satu bundaran, kemudian ekornya dua. Antara kepala dan ekor, dihubungkan oleh dua buah besi yang bercahaya. Warna cahaya seperti benda yang sedang kena strom listrik.

Hubertus mengatakan, dirinya tidak tahu menahu sedikitpun tentang UFO. Ia hanya menyangka bahwa benda-benda angkasa itu adalah tete nene moyang (ruh nenek moyang) yang menampakkan diri padanya. Hubertus menilai, benda-benda angkasa yang pernah ia temui itu, semuanya datang dan pergi dari Gunung Dogiyai yang terletak di sebelah selatan Mapia, tepatnya dekat kampung Diheugi. Kemungkinan besar, kata Hubertus, Gunung Dogiyai adalah semacam bandar udara UFO di bumi.

Berbagai kisah yang disampaikan masyarakat tersebut memang tidak lantas membuktikan kalau UFO atau benda aneh dari luar angkasa itu ada dan nyata. Sekalipun bagi para peneliti dan pemerhati UFO, kesaksian-kesaksian yang disampaikan masyarakat merupakan bukti kehadiran UFO di bumi. Jadi silakan saja percaya atau tidak terhadap fenomena UFO.

MISTERI SEGITIGA BERMUDA

MISTERI SEGITIGA BERMUDA


Segitiga Bermuda (bahasa Inggris: Bermuda Triangle), terkadang disebut juga Segitiga Setan adalah sebuah wilayah lautan di Samudra Atlantik seluas 1,5 juta mil2 atau 4 juta km2 yang membentuk garis segitiga antara Bermuda, wilayah teritorial Britania Raya sebagai titik di sebelah utara, Puerto Riko, teritorial Amerika Serikat sebagai titik di sebelah selatan dan Miami, negara bagian Florida, Amerika Serikat sebagai titik di sebelah barat.

Segitiga bermuda sangat misterius. Sering ada isu paranormal di daerah tersebut yang menyatakan alasan dari peristiwa hilangnya kapal yang melintas. Ada pula yang mengatakan bahwa sudah menjadi gejala alam bahwa tidak boleh melintasi wilayah tersebut. Bahkan ada pula yang mengatakan bahwa itu semua akibat ulah makhluk luar angkasa.

Sejarah awal

Pada masa pelayaran Christopher Colombus, ketika melintasi area segitiga Bermuda, salah satu awak kapalnya mengatakan melihat “cahaya aneh berkemilau di cakrawala”. Beberapa orang mengatakan telah mengamati sesuatu seperti meteor. Dalam catatannya ia menulis bahwa peralatan navigasi tidak berfungsi dengan baik selama berada di area.

Berbagai peristiwa kehilangan di area tersebut pertama kali didokumentasikan pada tahun 1951 oleh E.V.W. Jones dari majalah Associated Press. Jones menulis artikel mengenai peristiwa kehilangan misterius yang menimpa kapal terbang dan laut di area tersebut dan menyebutnya ‘Segitiga Setan’. Hal tersebut diungit kembali pada tahun berikutnya oleh Fate Magazine dengan artikel yang dibuat George X. Tahun 1964, Vincent Geddis menyebut area tersebut sebagai ‘Segitiga Bermuda yang mematikan’ , setelah istilah ‘Segitiga Bermuda’ menjadi istilah yang biasa disebut.

Penjelasan yang meragukan

Tanggapan beberapa orang

Perusahaan asuransi laut Lloyd's of London menyatakan bahwa segitiga bermuda bukanlah lautan yang berbahaya dan sama seperti lautan biasa di seluruh dunia, asalkan tidak membawa angkutan melebihi ketentuan ketika melalui wilayah tersebut. Penjaga pantai mengkonfirmasi keputusan tersebut. Penjelasan tersebut dianggap masuk akal, ditambah dengan sejumlah pengamatan dan penyelidikan kasus.

[sunting] Gas Methana

Penjelasan lain dari beberapa peristiwa lenyapnya pesawat terbang dan kapal laut secara misterius adalah adanya gas methana di wilayah perairan tersebut. Teori ini dipublikasikan untuk pertama kali tahun 1981 oleh Badan Penyelidikan Geologi Amerika Serikat. Teori ini berhasil diuji coba di laboratorium dan hasilnya memuaskan beberapa orang tentang penjelasan yang masuk akal seputar misteri lenyapnya pesawat-pesawat dan kapal laut yang melintas di wilayah tersebut.

[sunting] Penjelasan lain

Ada yang mengatakan Segitiga Bermuda disebabkan karena tempat tersebut merupakan pangkalan UFO sekelompok mahkluk luar angkasa/alien yang tidak mau diusik oleh manusia,sehingga kendaraan apapun yang melewati teritorial tersebut akan terhisap dan diculik. Ada yang mengatakan bahwa penyebabnya dikarenakan oleh adanya sumber magnet terbesar di bumi yang tertanam di bawah Segitiga Bermuda,sehingga logam berton-tonpun dapat tertarik ke dalam. Dan bahkan ada yang mengatakan Segitiga Bermuda merupakan pusat bertemunya antara arus air dingin dengan arus air panas,sehingga akan mengakibatkan pusaran air yang besar/dasyat.

Meskipun beberapa teori dilontarkan, namun tidak ada yang memuaskan sebab munculnya tambahan seperti benda asing bersinar yang mengelilingi pesawat sebelum kontak dengan menara pengawas terputus dan pesawat lenyap.

[sunting] Peristiwa-peristiwa terkenal

[sunting] Penerbangan 19

Pesawat pada penerbangan TBF Grumman Avenger, mirip dengan penerbangan 19

Salah satu kisah yang terkenal dan bertahan lama dalam banyaknya kasus misterius mengenai hilangnya pesawat-pesawat dan kapal-kapal yang melintas di segitiga bermuda adalah Penerbangan 19. Penerbangan 19 merupakan kesatuan angkatan udara dari lima pesawat pembom angkatan laut Amerika Serikat.

Penerbangan itu terakhir kali terlihat saat lepas landas di Fort Lauderdale, Florida pada tanggal 5 Desember 1945. Pesawat-pesawat pada Penerbangan 19 dibuat secara sistematis oleh orang-orang yang ahli penerbangan dan kelautan untuk mengahadapi situasi buruk, namun tiba-tiba dengan mudah menghilang setelah mengirimkan laporan mengenai gejala pandangan yang aneh, dianggap tidak masuk akal.

Karena pesawat-pesawat pada Penerbangan 19 dirancang untuk dapat mengapung di lautan dalam waktu yang lama, maka penyebab hilangnya dianggap karena penerbangan tersebut masih mengapung-apung di lautan menunggu laut yang tenang dan langit yang cerah.

Setelah itu, dikirimkan regu penyelamat untuk menjemput penerbangan tersebut, namun tidak hanya pesawat Penerbangan 19 yang belum ditemukan, regu penyelamat juga ikut lenyap. Karena kecelakaan dalam angkatan laut ini misterius, maka dianggap “penyebab dan alasannya tidak diketahui”.

[sunting] Kronologi dari beberapa peristiwa terkenal

  • 1840: HMS Rosalie
  • 1872: The Mary Celeste, salah satu misteri terbesar lenyapnya beberapa kapal di segitiga bermuda
  • 1909: The Spray
  • 1917: SS Timandra
  • 1918: USS Cyclops (AC-4) lenyap di laut berbadai, namun sebelum berangkat menara pengawas mengatakan bahwa lautan tenang sekali, tidak mungkin terjadi badai, sangat baik untuk pelayaran
  • 1926: SS Suduffco hilang dalam cuaca buruk
  • 1938: HMS Anglo Australian menghilang. Padahal laporan mengatakan cuaca hari itu sangat tenang
  • 1945: Penerbangan 19 menghilang
  • 1952: Pesawat British York transport lenyap dengan 33 penumpang
  • 1962: US Air Force KB-50, sebuah kapal tanker, lenyap
  • 1970: Kapal barang Perancis, Milton Latrides lenyap; berlayar dari New Orleans menuju Cape Town.
  • 1972: Kapal Jerman, Anita (20.000 ton), menghilang dengan 32 kru
  • 1976: SS Sylvia L. Ossa lenyap dalam laut 140 mil sebelah barat Bermuda.
  • 1978: Douglas DC-3 Argosy Airlines Flight 902, menghilang setelah lepas landas dan kontak radio terputus
  • 1980: SS Poet; berlayar menuju Mesir, lenyap dalam badai
  • 1995: Kapal Jamanic K (dibuat tahun 1943) dilaporkan menghilang setelah melalui Cap Haitien
  • 1997: Para pelayar menghilang dari kapal pesiar Jerman
  • 1999: Freighter Genesis hilang setelah berlayar dari Port of Spain menuju St Vincent.

[sunting] Lihat pula

[sunting] Pranala luar